ketika sebuah cinta membuat kita tersiksa, kita baru sadar, bahwa cinta itu rumit, perlu adanya pembelajaran, harus pernah sakit, harus pernah disakiti, agar nantinya bisa mendapat cinta yang sejati. Ini bukan pembelaan diri, tapi memang sebuah kenyataan yang memang tiap manusia harus jalani . Langsung atau tidak langsung semua pasti terlewati, jadi serahkan saja kepada yang Diatas, kita hanya berusaha, bukan berarti menyerah, tapi menunggu. Menunggu diberi yang terbaik.
Tuhan mungkin ingin kita tidak hanya menunggu, tapi juga berusaha mendapatkan cinta itu. Tuhan juga akan menghapuskan segala luka, sakit hati, rasa dikhianati, rasa benci yang kita rasakan d masa lalu. Dengan segala sesuatu yang pernah kita alami di masa lalu, ternyata semua hal itu yang akan mendewasakan diri kita dalam menyikapi sebuah cinta. Tuhan akan memberikan yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan. Karena sebenarnya apa yang kita butuhkan itu adalah sesuatu yang lebih indah dari apa yang kita inginkan.
Dan ketika kita sudah mendapatkan cinta yang kita butuhkan dan bukan yang kita inginkan, jagalah dengan sepenuh hati, setulus hati dan ikhlas. Jangan rusak cinta yang sudah kita miliki dengan cemburu, kebohongan, kepalsuan, ketidaktulusan, dan cinta itu sendiri. Yang dimaksud dari cinta itu sendiri adalah kadang karena kita terlalu cinta, hingga kita tidak menyadari bahwa pasangan kita sebenarnya menyiksa kita secara psikis atau bahkan fisik. Kita kadang bertahan di dalam kondisi seperti ini hanya dengan alasan kita mencintai dia. Cinta yang mematikan logika kita juga. Jadi, berpikir jernih dalam cinta itu perlu. Jangan pernah mendinai segala perasaan yang kita rasakan hanya demi mempertahankan cinta itu agar selalu berada di genggaman kita. Karena akan menyakiti diri kita sendiri.
special thanks for Na

Tidak ada komentar:
Posting Komentar