My Life, Our Life, Their Life Slideshow: Arnesd’s trip to Surabaya, Jawa, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Surabaya slideshow. Create a free slideshow with music from your travel photos.

Rabu, 20 Maret 2013

Mati

Setiap manusia pasti akan kembali lagi ke penciptaNya, termasuk aku. Suatu saat nanti akan ada masanya aku pergi, selamanya. Tidak akan pernah ada yang tahu bagaimana cara kita akan pergi nanti, semua orang berharap akan pergi dengan indah, meninggalkan kenangan yang baik, dan dengan cara yang indah juga. Hanya ada 2 pilihan ketika aku pergi nanti, orang - orang akan menangisi kepergianku atau melupakannya begitu saja. Semua pilihan itu tergantung kepada mereka, akan bersikap seperti apa mereka ketika aku pergi. 
Satu hal keinginanku yang tidak pernah berubah, aku ingin pergi terlebih dulu sebelum aku merasakan kehilangan mereka orang - orang yang kucintai, termasuk kamu. Aku lebih suka pergi lebih dulu dan menunggu kamu disana. Aku bukan termasuk orang yang pintar dalam menghadapi kesedihan, bahkan aku cenderung bodoh dalam menghadapi rasa kehilangan. Itu salah satu alasanku ingin pergi lebih dulu. 
Jangan terlalu lama bersedih ketika aku pergi nanti, ikhlaskan aku. Pada saat aku pergi nanti, aku pasti tunggu kamu disana dan aku lebih tahu seberapa besar rasa kehilanganmu kalau aku tidak akan pernah ada lagi buat kamu. Lakukan hal - hal yang menyenangkan seperti sekarang supaya tidak terlalu lama bersedih. Aku menunggu kamu. 
Aku mencintai kamu, sangat. Itu sebabnya aku selalu ingin lebih dulu pergi. Aku tidak pernah bisa membayangkan akan seperti apa aku kalau kamu tidak ada. Kamu cukup tahu aku perempuan yang seperti apa. dan aku sangat bodoh dalam menghadapi kehilangan. Aku dan kamu sama sama tidak tahu akan terjadi besok, tapi kalau besok aku tiba tiba pergi dari dunia ini selamanya, menangislah. Biarkan aku melihat kamu menangis, peluk aku yang erat,biarkan aku merasakan pelukan itu untuk yang terakhir kalinya. Setelah itu ikhlaskan aku. :')



cintaku kepadamu tidak akan pernah seperti nafas yang akan berhenti ketika Tuhan menghentikannya. Ketika nafasku berhenti, aku akan tetap mencintaimu.