Hai.. selamat malam semua.. J
Malam ini mengalami kesulitan tidur
(lagi), dan ini sudah biasa buatku.. semoga kalian semua tidak pernah mengalami
ini. Aku sedang banyak pikiran hari ini, semua mengantri meminta untuk
dihadapi..
Beberapa bulan terakhir ini, kami semua
sedang diuji iman, kesabaran, dan ketegaran kami. Keluargaku sedang tidak dalam
kondisi yang oke dalam hal – hal financial,
hati, dan pikiran. Melihat mereka berdua berusaha “biasa saja” di depanku
membuat aku semakin tahu apa yang mereka berdua rasakan. Dan itu membuat aku
sendiri tidak kuat. Banyak sekali yang harus aku lakukan. Menjaga perasaan
mereka berdua, menahan semua hal yang ingin diomongkan, menahan semua perasaan
ga enak, dan ternyata melelahkan sekali.
Aku butuh dia disaat yang sulit
seperti ini, memang tidak banyak hal – hal yang dia lakukan, tapi hal – hal sederhana
seperti perhatian, menjadi pendengar yang baik, obrolan yang menenangkan dan
menyenangkan, dan terkadang sangat ingin keberadaannya secara fisik
disampingku. Aku memang mendapatkan itu semua, tapi lagi – lagi aku tidak bisa
memaksa atau melakukan apa – apa kalau memang ada hal lain yang harus dia
lakukan. Aku tahu kesibukannya disana, dan aku tidak bisa memaksa dia untuk
berbicara denganku untuk sekedar mengobrol karena aku sedang tidak dalam
keadaan baik. Aku tidak punya hak untuk memaksa dia mendengarkan aku, walaupun
terkadang aku benar – benar butuh dia.
Beberapa bulan ini berat sekali, bukan
lelah secara fisik tapi hati. Banyak sekali yang ingin dimengerti, tapi
bagaimana dengan mengerti ?
Mendengar apa yang dia barusan
bicarakan rasanya berat, yang kita obrolkan sederhana tapi gambaran – gambaran itu
sudah jelas di otak. Aku tahu aku tidak punya hak untuk melarang dan tidak
mengijinkan dia pergi kemanapun. Maaf, tapi memang sulit. Dan memang aku yang
harus mengerti. Dan aku juga harus sadar kalau laki – laki dan perempuan itu
berbeda. Aku tahu kadang rasa saling membutuhkannya itu terlihat seperti besar
aku, rasa beratnya kalau ditinggal itu lebih berat aku daripada dia. Dan itu
yang aku kurang suka, karena dia ga pernah nunjukin rasa ngeberatin nya ke aku. Itu sederhana, tapi maknanya banyak dan
efeknya besar.
Aku sangat menyayangi dia, aku tahu
dia tidak pernah ingin mengecewakan aku, begitu juga dengan aku. Tapi aku
manusia biasa dan perempuan biasa sama seperti dengan yang lainnya. Rasa dibutuhkan,
rasa diberatin , dan lagi – lagi rasa
dibutuhkan. Aku butuh rasa – rasa itu ditunjukkan. Selama ini aku berusaha
mengerti dan belajar sabar seperti yang dulu sering dia bilang kalau aku harus
belajar sabar. Aku sedang dalam fase yang tidak mudah dalam hidupku, belajar
sabar dengan dia, jarak, dan masalah – masalah lain, belajar mengerti dia,
orang lain, keluargaku, dan teman – teman, belajar lebih positif thinking
dengan semuanya. Banyak sekali orang – orang yang minta dimengerti akhir –
akhir ini. Bagaimana dengan aku?
Aku cuma butuh dukungan dan rasa
dibutuhkan. Aku sangat menyayangi dia. Dia pasti tahu itu.










.jpg)










