Memiliki komitmen dengan seseorang itu bukan hanya perkara antara aku dan kamu, tapi kamu dengan keluargaku dan aku dengan keluargamu. Banyak perasaan yang harus kita pikirkan, bukan cuma perasaanmu atau perasaanku saja tapi juga hati kedua orangtua kita. Akan jadi apa kita kalau mereka kecewa terhadap kita? akan jadi apa hubungan kita tanpa restu mereka?
Akan jauh lebih susah lagi menjalani hubungan ini tanpa orang tua kita menyetujui. Tolong hormati orangtuaku selayaknya aku menhormati orang tuamu. Aku selalu menjaga dan memikirkan perasaan orang tuamu, aku berharap kamu juga tidak pernah lupa ada hati orangtuaku yang harus kamu jaga karena kamu bilang kamu menyayangi anaknya.
Kamu boleh tidak menghargai aku, tapi jangan orangtuaku. Mereka akan menjadi orangtuamu juga nanti, begitu juga sebaliknya. Aku yakin kamu laki-laki baik yang tahu harus seperti apa menjaga perasaan orangtuaku.
Kejadian hari ini semoga hanya terjadi hari ini, tapi kamu hanya diam dan tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutmu bahkan untuk sekedar bilang maaf didepanku. Rasanya ingin menangis harus menjawab pertanyaan bapak yang sebenarnya aku tidak ingin menjawab. Semua manusia memang tidak sempurna termasuk aku dan kamu, tapi aku yakin kita bisa saling menyesuaikan diri di kehidupan kita yang berbeda. Di usia kita yang semakin dewasa aku selalu berharap kita bisa bersikap lebih dewasa di depan orang tua kita dan menyelesaikan masalah dengan lebih dewasa.
Kamu akan menjadi calon imam yang akan membimbing aku dan anak anak kita nantinya, dan kamu yang akan diminta pertanggungjawabanmu oleh Tuhan sebagai imam keluarga kita, sekarang waktunya kita saling belajar menghargai pasangan kita dan orang tua kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar